RajaBackLink.com

Sejarah Hari Bank Indonesia

  • Bagikan
Sejarah Hari Bank Indonesia
Bank Indonesia / Laros Media
Promo Kosmetik Murah di Shopee

https://laros.id/tag/new-york/Laros Media – Hari Bank Indonesia pada masa pemerintahan Belanda saat itu bernama De Javasche Bank (DJB).  

DJB merupakan bank sentral pertama pada masa Hindia Belanda yang dibentuk pada dekade kedua pada abad 19. 

Yang melatarbelakangi pendirian DJB saat itu bermula pada kondisi perekonomian Belanda yang kala itu tidak stabil. 

Keadaan itulah yang menuntut pemerintah kolonial mendirikan sebuah bank sirkulasi yang dapat memenuhi kepentingan bisnis para pengusaha.

Dikutip Laros Media dari buku Bank Indonesia dalam Kilasan Sejarah Bangsa (1995), De Javasche Bank (DJB) berdiri pada 24 Januari 1828. 

DJB didirikan sebagai bank sirkulasi  yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang. 

Selama berdiri, DJB berhasil berkembang pesat hingga memiliki banyak cabang di banyak wilayah RI. 

Bahkan, DJB memperluas eksistensinya hingga memiliki kantor cabang di Amsterdam dan New York.

Namun, kemenangan Jepang atas Belanda dalam Perang Dunia Kedua pada 1942 membuat eksistensi DJB di Indonesia berakhir. 

Diketahui pihak Jepang kala itu memindahkan cadangan emas dan aset berharga DJB ke Australia dan Afrika Selatan. 

Sejarah Pengalihan

Setelah perang dunia berakhir dan kemudian disusul dengan Agresi Militer Belanda I, eksistensi DJB di Indonesia kembali bangkit. Pada 21 Juli 1947, DJB berhasil kembali dibuka. 

Kala itu tepatnya pada tahun 1945, RI juga telah memiliki rencana untuk mendirikan bank sentral di Tanah Air. 

Untuk itulah sejak 1946  pemerintah RI mengeluarkan undang-undang darurat mengenai pendirian Bank Nasional Indonesia (BNI). 

Namun, maksud pemerintah RI untuk menjadikan BNI sebagai bank sentral terhambat karena situasi darurat perang yang terjadi kala itu. 

Keadaan genting pun terus berlanjut hingga memasuki Agresi Militer Belanda II yang mewujudkan Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949. Pada KMB inilah DJB ditetapkan sebagai bank sentral bagi negara Indonesia. 

Hingga pada 10 April 1953, pemerintah mengambil alih De Javasche Bank (DJB) yang kemudian diubah menjadi Bank Indonesia (BI). 

Adapun BNI selanjutnya dialihfungsikan sebagai bank pembangunan RI. 

Melihat niatan pemerintah yang kala itu membentuk BNI agar menjadi bank sentral menjadi dasar dari penetapan Hari Bank Indonesia.  

Peleburan Yayasan Pusat Bank Indonesia yang kala itu dibentuk untuk mendirikan BNI pada 5 Juli 1946, menjadi momentum yang digunakan sebagai patokan Hari Bank Indonesia, yang selanjutnya diperingati setiap tanggal 5 Juli.

  • Bagikan