RajaBackLink.com

Bumi Semakin Jauh Dari Matahari, Inilah Fakta dari Fenomena Aphelion Menurut Lapan

  • Bagikan
Promo Kosmetik Murah di Shopee
fenomena aphelion
Matahari pagi / Pixabay / pixel2013


Laros Media –  Pada bulan Juli 2021, fenomena Aphelion terjadi pada pukul 05.27 WIB tepatnya Bumi berjarak 152.100.527 kilometer dari Matahari.

Fenomena Aphelion merupakan fenomena alam ketika posisi bumi berada dititik terjauh dari matahari.
Seperti yang banyak diketahi, bumi beserta planet-planet lain bergerak mengitari matahari pada orbitnya. 
Akan tetapi orbit bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar satu per enam puluh. Dengan demikian setiap tahunnya bumu akan ada di posisi terjauh dari matahari (Aphelion)
Dampak dari fenomena Aphelion ini tidak dapat perubahan yang signifikan yang dirasakan oleh bumi ketika terjadi fenomena ini.
Dikutip Laros Media dari laman LAPAN, meskipun bumi berada pada posisi terjauh matahari, ini tidak akan berpengaruh pada panas matahari yang akan diterima oleh bumi.
Hal tersebut disebabkan oleh panas matahari masih tersebar merata keseluruh permukaan bumi.
Namun pada saat musim kemarau, udara memang terasa lebih dingin pada pagi harinya.
Hal tersebut dikarenakan oleh sedikitnya tutupan awan yang tidak ada panas dari permukaan bumi (hasil serapan sinar matahari) yang dipantulkan ke awan dan kembali ke bumi.
Dikutip Laros Media dari laman NASA, saat Aphelion terjadi suhu rata-rata di bumi akan sedikit meningkat empat derajat farenheit lebih tnggi dibanding saat terjadi parihelion.
Ini disebabkan karena bumi mirin dan bagian utara yang lebih banyak daratan akan condong ke arah matahari.
Jadi faktanya suhu di bumi bagian utara akan lebih hangat pada bulan Juli. 
Hal tersebut berimbas pada perbedaan tekanan udara bumi di bagian utara dan selatan yang mana ketika Fenomena Aphelion terjadi, ini mengakibatkan udara bertiuk dari selatan ke utara.
Sementara dibagian selatan, terdapat benua Australia yang sedang  mengalami musim dingin.
Hal ini mengakibatkan beberapa wilayah di Indonesia khususnya bagian selatan Khatulistiwa mengalami penurunan suhu karena angin dingin yang bertiup dari selatan.
Perubahan lain yang bisa diamati ketika terjadinya fenomena Aphelion ini adalah perubahan penampakan matahari, yang mana matahari akan terlhat sedikit lebih kecil dengan diameter yang tampak yang berkurang satu koma enam delapan persen.
***
Editor : Dena Wiliyam

  • Bagikan