RajaBackLink.com

Isu Pasien yang Berobat di Rumah Sakit Bakal di Covidkan, RS Muhammadiyah Lamongan Berikan Tanggapan

  • Bagikan
Promo Kosmetik Murah di Shopee
covid-19 rs muhammadiyah
RS Muhammadiyah Lamongan / tangkap layar / Laros Media


Laros Media – Ditengah kasus virus Covid-19 yang terus menjadi-jadi, kini masyarakat mulai dihebohkan dengan merebaknya isu bila yang berobat kerumah sakit akan dicovidkan.

Merespons isu yang sedang santer dibicarakan banyak orang, Wakil Direktur Medis RS Muhammadiyah Lamongan, dr Anas Mahfud pun ikut bereaksi dan langsung memberikan penjelasan.
Dikutip Laros Media dari laman resmi RS Muhammadiyah, Anas Mahfud menegaskan bahwa setiap pasien non Covid-19 yang datang berobat ke rumah sakit akan dicovidkan itu tidak benar dan tidak berdasar.
Tambahan menurut Wakil Direktur Medis RS Muhammadiyah Lamongan, kegaduhan ini muncul akibat misinformasi yang terus bergulir dikalangan masyarakat.
Lebih jauh dari itu dirinya menyampaikan data jenis-jenis penyakt yang terdiagnosis saat berobat melalui pntu IGD RS Muhammadiyah lamongan.
Pada tahun 2020 penyakit pneumonia unspecified atau radang paru-paru yang besar kemungkinan disebabkan oleh virus baru yang masuk dan 10 kasus penyakit pasien menempati peringkat pertama.
Data tahun 2019 jenis penyakit ini tidak masuk sepuluh besar. Di tahun 2019 peringkat pertama kasus penyakit yang diidap pasien adalah diabetes melitus.
Selanjutna Observasi febris, nausea-vamoting,kecelakaan, stroke, anemia, periksa kehamilan risiko tinggi, dyspepsia, hipertensi, dan diperingkat sepuluh ada cidera kepala.
“Jadi yang dulu saat berpuluh tahun tidak ada pneumonia disepuluh besar, ditahin 2020 di ranking satu. Pneumonia masuk sepuluh besar dan penyebabnya adalah virus”, ucap Anas Mahfud.
Dirinya menjelaskan setelah melalu rangkaian deteksi medis, virus penyebab pneumonia yang banyak diidap pasien itu mengarah kepada SARS CoV-2 atau Covid-19.
Melihat data tersebut, Anas Mahfud menyebut bahwa lonjakan kasus Covid-19 ini bukan gelombang dua atau tiga melainkan gelombang satu yang belum selesai.
Hal itu diperkuat dengan data pada semsester awal ditahun 2021, dimana penumonia masih menduduki peringkat pertama di sepuluh besar penyakit.
Dirinya memprediksi bahwa enam bulan kedepan kasus masih akan banyak sehingga rumah sakit memiliki tanggung jawab moril untuk menyiapkan bed perawatan yang cukup.
“Problem besar utama sekarang adalah banyak penderita tidak kebagian bed perawatan. Banyak sekali kasus isman yang kita terima disini keburu jelek”, jelasnya.
Terkait dengan ini varian barus dari virus Covid-19, menurut Dokter Spesialis Anastesi ini, bahwa yang perlu dikhawatirkan adalah ekuatan transmisinya atau kecepatan penularan.
“Intinya itu saya pikir semua rumah sakit, semua dokter itu secara kepintaran tidak mau menulis sesuatu yang salah”, kata Anas Mahfud.
“Bahkan diagnosis kepada seorang penjahat pun ingin menulis yang benar. Termasuk dengan insiden Covid-19 ini, tegas Wakil Direktur Medis RS Muhammadiyah Lamongan. ***

Editor : Dena Wiliyam 

  • Bagikan