RajaBackLink.com

Bupati Jember Beri Teguran Pemilik Kafe yang Tetap Buka di Masa PPKM Darurat

  • Bagikan
Promo Kosmetik Murah di Shopee

sidak bupati jember terhadap kafe yang nekat buka
Bupati Jember menyidak Kafe yang tetap buka saat PPKM Darurat / Laros Media

Laros Media – Pada masa PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021 kemarin selalu menimbulkan beberapa polemik untuk masyarakat.

Tidak hanya pertokoan besar yang harus di perpendek masa aktif kesehariannya, para pemilik usaha kafe yang ada di Kota Jember juga terkena dampaknya.

Pengurangan aktivitas masyarakat ini di terapkan demi memperkecil tingkat kemungungkinan terinfeksi Covid-19.

Bupati Jember, Hendy Siswanto langsung terjun kelapangan demi memantau sendiri pihak-pihak yang masih nekat untuk membuka usahanya.

“Kita keliling di beberapa tempat, dan kita lakukan teguran, saat ini kuta berada di Jl Kaliurang dan masih ada kafe yang masih buka, namun untuk pertama kita ingatkan terlebih dahulu, kalau besok masih buka kita akan tindak tegas (red)”, ujar orang nomor satu di Kabupaten Jember tersebut.

Tindakan ini berdasarkan semenjak diberlakukannya Intruksi Menteri Dalam Negeri nomor 15 tahun 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jember.

Namun, dirinya mengatakan untuk para pedagang yang sudah mendapatkan teguran tidak boleh mengulang kesalahan untuk kedua kalinya.

Selain itu, Hendy Siswanto menegaskan para pedagang kaki lima masih diperbolehkan untuk tetap beroperasi.

“Untuk pedagang kaki lima boleh buka, tetapi jangan menggelar tikar, harus take away, pembeli langsung bawa pulang makanannya”, tegasnya.

Hingga saat ini masyarakat, terutama para pedagang sudah banyak yang patuh dengan aturan yang ada.

“Alhamdulillah, sebagian besar sudah mematuhi, di kabupaten Jember ini”, tuturnya.

“Untuk perusahaan non esensial, semua banyak yang sudah tutup, hanya saja apotik tetap diperbolehkan buka 24 jam, sesuai dengan peraturan”, sambungnya.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini akan berlangsung selama dua minggu terhitung sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021. ***

Editor : Dena Wiliyam

  • Bagikan