RajaBackLink.com

Teknik Meningkatkan Kadar Oksigen yang Dianjurkan Untuk Pasien Happy Hypoxia dan Covid-19

  • Bagikan
Teknik Meningkatkan Kadar Oksigen yang Dianjurkan Untuk Pasien Happy Hypoxia
Teknk proning untuk meningkatkan kadar oksigen / tangkap layar instagram / @jatimpemprov
Promo Kosmetik Murah di Shopee

Laros Media – Mengingat bagaimana dampak yang diberikan oleh virus Covid-19 kepada dunia, Kadar Oksigen sangatlah dibutuhkan demi memperkecil dampak terhadap kesehatan.

Dengan mengetahui teknik meningkatkan kadar oksigen sangat dianjurkan demi membantu mengingkatkan saturasi oksigen kedalam tubuh.

Salah satu cara untuk meningkatkan kadar oksigen yang sangat dianjurkan yakni dengan melakukan posisi prone atau proning guna mengatasi penyakit happy hypoxia yang mana dikaitkan dengan virus Covid-19.

Dikutip Laros Media dari laman Instagram @jatimpemprov, tak hanya untuk kesehatan pernapasan bagi tubuh yang sehat, posisi prone atau proning dapat baik dilakukan oleh pasien penderita Covid-19 supaya menekan rasio terjadinya perburukan atau gejala berat.

Baca Juga Manfaat Latihan Interval Kardio Yang Perlu Kalian Pahami

Berikut beberapa cara meningkatkan kadar oksgen dalam tubuh yang cocok untuk pasien Covid-19

  1. Tidur tengkurap selama 30 menit sampai 1 jam secara berulang
  2. Jika tidak sanggup tidur tengkurap, lakukan tidur miring ke kanan atau ke kiri
  3. Posisi duduk dengan bersandar pada bantal selama 30 menit.
Tidak hanya itu saja, ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam tubuh manusia salah satunya dengan menggunakan Oximeter.
Tingkat Saturasi Oksigen manusia normal biasanya di atas angka 95 persen.
Namun ada beberapa orang dengan penyakit paru-paru kronis atau sleep apnea bisa memiliki kadar saturasi oksigen normal pada kisaran 90 persen.
Jika memiliki kadar oksigen dibawah 94 persen dan ada tabung oksigen, dapat dengan melakukan teknik proning diatas.
Jika teknik di atas dikatakan masih belum berhasil, upayakan untuk membeli tabung oksigen yang mana dapat cepat membantu pernapasan.
Namun ada baiknya untuk tetap merujuk ke rumah sakit dengan penanganan dokter yang lebih berpengalaman agar tidak menimbulkan beberapa gejala yang lebih serius.
***
  • Bagikan