RajaBackLink.com

Apa itu Kardiomiopati, Inilah Gejala dan Faktor Penyebabnya

  • Bagikan
Apa itu Kardiomiopati, Gejala dan Faktor Penyebabnya
Monitor tekanan darah untuk kesehatan / Pixabay / geraldoswald62
Promo Kosmetik Murah di Shopee

Laros Media – Kardiomiopati adalah penyakit jantung serius di mana otot jantung menjadi meradang dan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Mungkin ada beberapa penyebab termasuk infeksi virus.

Dulu orang beranggapan bahwa hanya orang tua yang menderita penyakit jantung atau serangan jantung.

Itu tidak terjadi karena penyakit jantung dapat menyerang sebelum lahir dan usia berapa pun dalam hidup.

Penyakit jantung mencakup berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan jantung dan semua sistemnya.

Kardiomiopati diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Kardiomiopati primer tidak diberikan penyebab spesifik, seperti tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung atau cacat jantung bawaan.

Baca Juga Menjalani Hidup dengan Penyakit Aritmia Jantung

Kardiomiopati sekunder disebabkan oleh penyebab spesifik. Hal ini sering dikaitkan dengan penyakit yang melibatkan organ lain ditambah jantung.

Dilatasi (kongestif) Kardiomiopati adalah bentuk yang paling umum. Rongga jantung membesar dan meregang (dilatasi jantung).

Jantung lemah dan tidak memompa secara normal, dengan banyak pasien mengalami gagal jantung kongestif. Irama jantung yang tidak normal dan gangguan pada konduksi listrik jantung juga dapat terjadi.

Darah mengalir lebih lambat melalui jantung yang membesar, sehingga gumpalan darah mudah terbentuk.

Bekuan darah yang terbentuk di arteri atau jantung disebut trombus. Bekuan yang pecah bersirkulasi dalam aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil disebut embolus.

Baca Juga Teknik Meningkatkan Kadar Oksigen yang Dianjurkan Untuk Pasien Happy Hypoxia

Gumpalan ini berbahaya dan dapat menyebabkan sistem lain plus organnya menjadi sakit. Misalnya, gumpalan darah yang terbentuk di sisi kiri jantung bisa copot dan dibawa ke sirkulasi tubuh untuk membentuk emboli serebral di otak, emboli ginjal di ginjal, emboli perifer atau bahkan emboli arteri koroner.

Kardiomiopati secara harfiah berarti “penyakit otot jantung” (Penurunan fungsi miokardium (yaitu, otot jantung yang sebenarnya) karena alasan apa pun).

Orang dengan Kardiomiopati sering berisiko mengalami aritmia dan kemungkinan kematian jantung mendadak (serangan jantung).

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Segera ke dokter jika Anda sulit bernapas, nyeri dada, sakit kepala, atau ingin pingsan.

Jika Anda memiliki kondisi yang bisa meningkatkan risiko terkena kardiomiopati, seperti hipertensi, lakukan pemeriksaan berkala ke dokter untuk mencegah terjadinya kardiomiopati.

Baca Juga Manfaat Latihan Interval Kardio Yang Perlu Kalian Pahami

***

Editor : Dena Wiliyam

  • Bagikan