RajaBackLink.com

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Adha Beserta dengan Niat Bacaannya

  • Bagikan
Promo Kosmetik Murah di Shopee
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Adha Beserta dengan Niat Bacaannya
Masjid India / Pixabay / suhailsuri


Laros Media – Berikut beberapa tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha dengan Niat dan Terjemahannya.

Perlu diketahui Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada hari Selasa 20 Juli 2021.

Namun, perlu diketahui untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha saat ini harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai peraturan pemerintah pusat.

Artikel ini berisi tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha beserta Niat dan Terjemahannya.

Berikut beberapa tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha dikutip Laros Media dari berbagai sumber:
  1. Sebelum sholat, hendaknya disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Sholat dimulai dengan menyerukan “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.
  3. Memulai dengan niat sholat Idul Adha.

    اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

    Artinya:

    “Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Idul Adha Berjamaah

  1. اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) للهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa

    Artinya:

    “Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  2. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

    Lalu membaca doa iftitah

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

    “Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin.

    Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

    Artinya:

    Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

    Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

  3. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

    SubhanalLah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha ilal-Lahu wal-lahu Akbar

    Artinya:

    Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

  4. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  5. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
  6. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

    Di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

    SubhanalLah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha ilal-Lahu wal-lahu Akbar

    Artinya:

    Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

  7. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  8. Ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.
  9. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

Berikut panduan/kaifiat khutbah Idul Adha:

  1. Salam (Tanpa duduk langsung khutbah)
  2. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
  3. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
  4. Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
  5. Berwasiat tentang takwa
  6. Membaca ayat Al-Quran
  7. Berdoa untuk orang Mukmin dan Mukminah
  8. Ketentuan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 2021
Adapun ketentuan pelaksanaan Shalat Idul Adha tertulis pada SE Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban 2021.
Dalam hal Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit;
  2. Jemaah Shalat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;
  3. Panitia Shalat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
  4. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Shalat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid;
  5. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha sampai selesai;
  6. Setiap jemaah membawa perlengkapan shalat masing-masing, seperti sajadah, mukena dan lain-lain;
  7. Khatib diharuskan menggunakan masker dan facehield pada saat menyampaikan khutbah Shalat Hari Raya Idul Adha;
  8. Seusai pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan fisik.
*** 
Editor : Dena Wiliyam
  • Bagikan