RajaBackLink.com

Tuntut Penurunan Uang Kuliah Tunggal, Mahasiswa IAIN Jember Segel Gedung Rektorat

  • Bagikan
Promo Kosmetik Murah di Shopee
Tuntut Penurunan Uang Kuliah Tunggal, Mahasiswa IAIN Jember Segel Gedung Rektorat
Mahasiswa IAIN Jember Demo Depan Gedung Rektorat / Laros Media

Laros Media – Puluhan mahasiswa IAIN Jember mengatasnakaman Aliansi PPKM (Penolakan Penindasan Kepada Mahasiswa), yang terdiri dari Dewan Eksekutif  Mahasiswa IAIN Jember (DEMA-I), Senat Mahasiswa IAIN Jember (SEMA-I), dan Unit Kegiatan Mahasiswa/Khusus (UKM/UKK), turun jalan menuntut penurunan uang kuliah tunggal (UKT). 

Mereka menggelar longmarch keliling kampus, dan dilanjutkan dengan orasi di depan gedung rektorat. Selama aksi mahasiswa menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan mengenakan masker.

Aksi ini digelar, sebagai bentuk tindak lanjut dari kegagalan audiensi dengan pihak rektorat pada tanggal 16 Juli 2021. Mereka menilai, kebijakan kampus yang menerbitkan SK Rektor IAIN Jember No: 135 Tahun 2021 tentang Mekanisme Pemberian Keringanan UKT, tidak mengakomodir seluruh mahasiswa yang orang tuanya terdampak secara ekonomi akibat COVID-19.

“Kami sangat menderita akibat COVID-19, kembalikan hak kami!” Teriak para demonstran di depan gedung rektorat, Jum’at, (23, Juli 2021)

Tuntut Penurunan Uang Kuliah Tunggal, Mahasiswa IAIN Jember Segel Gedung Rektorat

Mereka menyebutkan, SK yang diterbitkan oleh kampus tersebut masih memberlakukan klasifikasi mahasiswa yang dapat menerima keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan pihak kampus tidak transparan dalam pengalokasian (UKT), serta tidak melibatkan mahasiswa dalam mengawal kebijakan.

“Tuntutan kita sama supaya rektorat menurunkan uang UKT di tengah pandemi kepada seluruh mahasiswa tanpa terkecuali, tidak ada klasifikasi mahasiswa tertentu seperti yang disebutkan dalam SK Rektor, dan libatkan kami republik mahasiswa dalam mengawal kebijakan ini” Kata Muhammad Fahmi selaku Korlap Aksi kepada wartawan Laros Media.

Baca Juga Pemkab Banyuwangi Distribusikan Bansos Beras PPKM Darurat untuk 119.235 Keluarga

Dalam orasinya, fahmi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menyerang seluruh perekonomian masyarakat tanpa terkecuali. Begitupun orang tua dari mahasiswa IAIN Jember, juga sangat terdampak akan ganasnya virus ini.

“Selain virus yang mematikan, dampak yang paling signifikan adalah perekonomian, banyak keluh kesah dari mahasiswa yang menderita karena orang tuanya terdampak ekonomi. Banyak orang tua kami yang di PHK, dagangan tidak laku, hingga petani yang mengalami kesulitan,” ujar Menkumham DEMA-I tersebut.

Mahasiswa juga membawa beberapa poster ilustrasi yang menyuarakan aspirasi mahasiswa dalam aksi yang bertajuk “Kembalikan Hak Mahasiswa” ini. Fahmi berharap pihak kampus mendengar aspirasi dari mahasiswa.

Baca Juga Bekerja Online untuk Pelajar yang Mudah dan Menguntungkan

Tuntutan Aliansi PPKM (Penolakan Penindasan Kepada Mahasiswa)

  1. Melibatkan Republik Mahasiswa dalam rangka mengawal keringanan UKT
  2. Memperjelas data penerima keringanan UKT
  3. Melakuakan resetting terhadap kebijakan yang sudah berlaku (skema pembayaran UKT, perpanjangan pembayaran, dan membuka banding UKT mahasiswa baru)
  4. Menyediakan sarpras kegiatan kuliah daring (kuota)

Para mahasiswa yang menggelar aksi depan gedung rektorat ini meminta bertemu dengan Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M , tetapi beliau tidak bersedia ditemui. Meskipun demikian massa aksi ditemui oleh perwakilan rektorat diantaranya Wakil Rektor I,II, dan III, namun belum menemukan titik terang.

“Yang mengeluarkan SK rektor, kami meminta rektor untuk menemui, tapi beliau tidak hadir,” imbuh mahasiswa Fakultas Syariah ini.

Sebagai bentuk desakan, mahasiswa menyegel kampus hingga rektor berkenan menemui massa aksi dan tuntutan mahasiswa dapat terpenuhi. Mereka juga mengancam akan melakukan aksi lanjutan serta mogok membayar UKT jika kampus tidak mengakomodir tuntutan mahasiswa.

“Kami menunggu itikad baik pihak kampus agar segera merespon aspirasi kami, kami juga menyegel gedung rektorat sebagai bentuk protes dan kekecewaan kami, hingga tuntutan kami terpenuhi,” pungkasnya.

Baca Juga Kritik Keras PPKM Darurat, GMNI Banyuwangi: Perlu di Evaluasi Ulang Agar Tidak Menyengsarakan Rakyat

Editor : Dena Wiliyam

  • Bagikan