RajaBackLink.com

Jokowi Meninjau Rumah Oksigen Gotong Royong, Bisa Tampung 500 Orang

  • Bagikan
Jokowi meninjau Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Jakarta Timur / tangkap layar / Youtube Jokow
Promo Kosmetik Murah di Shopee

Laros Media – Presiden Jokowi meninjau langsung Rumah Oksigen Gotong Royong yang berlokasi di daerah Pulogadung, Jakarta Timur.

Jokowi menyebut rumah oksigen ini dapat menampung pasien Covid-19 hingga 500 orang.

“Sore hari ini saya melihat secara langsung Rumah Oksigen Gotong Royong, yang dalam proses ini belum selesai. Nanti akan selesai minggu depan dan akan rampung 100 persen nanti mungkin di awal Agustus, yang bisa menampung kurang-lebih 500 pasien,” ujar Jokowi dalam keterangannya, Sabtu 24 Juli 2021.

Rumah oksigen gotong royong merupakan fasilitas kesehatan yang diinisiasi oleh perusahaan GoTo bersama Kamar Dagang dan Insdustri (Kadin) Indonesia, PT Aneka Gas Industri (Samator Group) dan dengan dukungan dari PT Master Steel, Tripatra Engineering dan Halodoc.

“Ini adalah kerja sama gotong royong Kadin, ada GoTo, ada PT Aneka Gas Industri (Samator), ada PT Master Steel yang memiliki lahan, dan juga perusahaan-perusahaan yang lain,” ujar orang nomor satu di Indonesia.

Baca Juga Kasus Warga Jember Melakukan Pemukulan Terhadap Petugas Pemakaman Covid-19

Presiden Jokowi mengapresiasi inisiatif pembuatan rumah oksigen tersebut karena dapat mengurangi tekanan pada rumah sakit.

Terutama pada beberapa provinsi yang memiliki tingkat keterisiaan tempat tidur yang cukup tinggi.

“Adanya penambahan kapasitas ini menjadikan BOR rumah sakit bisa sedikit tidak tertekan. Sekali lagi saya sangat menghargai dan kita berharap ini tidak dibangun, dikerjakan di Jakarta saja, tetapi bisa di-copy di tempat-tempat lain, di provinsi-provinsi lain. Kita harapkan nanti ini segera bisa dioperasikan dan bisa dimanfaatkan oleh rakyat,” ungkapnya.

Presiden Joko Widodo tiba di rumah oksigen pada pukul 14.13 WIB dan meninjau langsung sejumlah fasilitas yang terdapat di dalamnya.

Jokowi terlihat berdikusi bersama Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan CEO GoTo Andre Soelistyo.

Baca Juga Cegah Perpecahan, Legislator PDIP Ajak Masyarakat Tidak Termakan Isu Liar Covid-19

“Tadi beliau menanyakan bagaimana ini konsepnya, segala macam. Jadi kami sudah jelaskan bahwa rumah oksigen ini adalah tempat isolasi dengan akses oksigen. Jadi istilahnya untuk kasus-kasus para pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen bisa masuk ke fasilitas ini dan juga mendapatkan obat dan akses ke oksigen,” ujar Andre.

Rumah Oksigen Gotong Royong ini merupakan fasilitas kesehetan semipermanen yang dilengkapi dengan beberapa peralatan suplai oksigen dan tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang.

“Di fasilitas Pulogadung akan ada 500 bed. Masing-masing bed akan punya akses ke oksigen yang disuplai langsung dari pabrik gas, yaitu Samator. Kenapa kita memilih site ini? Karena aksesnya langsung lewat pipa, dari pabrik oksigen langsung ke bed tersebut. Jadi dengan begitu akses suplai oksigen pun menjadi lebih tersedia,” jelas Andre.

Dengan adanya rumah oksigen ini diharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses terhadap oksigen medis.

Baca Juga Ruang Isolasi Mandiri Covid-19 RS Daerah dr Soebandi Jember Penuh

Tak hanya itu, Andre berharap dengan adanya rumah oksigen gotong royong ini dapat mengurangi tekanan pada rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19.

“Supaya semua pasien yang memerlukan hanya oksigen bisa ditampung di sini dan rumah sakit bisa digunakan untuk pasien-pasien yang memerlukan tambahan medical support. Mudah-mudahan dengan begini kita semua bisa gotong royong, swasta, pemerintah, semua, untuk bisa memerangi perang pandemi ini lebih baik lagi,” ungkap Andre.

Sementara itu, Arsjad Rasjid juga menyambut baik inisiatif pembangunan rumah oksigen pertama yang merupakan upaya gotong royong dari kalang pengusaha.

“Harapannya ini adalah yang pertama, namun akan ada rumah oksigen lainnya. Selain di sini, nanti di Jawa Timur, di Jawa Tengah, dan lain-lain. Kita mengharapkan semua pengusaha–yang saya katakan adalah pejuang karena ini adalah perang melawan pandemi–untuk bisa bersama-sama, bekerja sama, bergotong royong untuk kita memenangkan perang melawan pandemi,” ujar Arsjad.

Baca Juga Isu Pasien yang Berobat di Rumah Sakit Bakal di Covidkan, RS Muhammadiyah Lamongan Berikan Tanggapan

***

Editor : Dena Wiliyam

  • Bagikan