RajaBackLink.com

Pemprov DKI Jakarta Berencana Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif

  • Bagikan
Pemprov DKI Jakarta Berencana Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif
Foto: Petugas dengan alat berat mengambil sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat | Tangkap layar Youtube Pemprov DKI Jakarta
Promo Kosmetik Murah di Shopee

Laros Media – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai menggandeng PT Unilever Indonesia dan produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) untuk mengolah sampat di Tempat Pengelolaan Sampah Terbarukan (TPST) Bantargebang menjadi energi terbarukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakara Andono Warih mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini memperlihatkan keseriusan pihak produsen yang telah mengambil langkah proaktif dan upaya konkret untuk mendukung pengelolaan sampah.

Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia Rizki Raksanugraha mengungkapkan permasalahan sampah terutama sampah plastik merupakan isu perlik yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor termasuk pihak swasta.

Secara global, PT Unilever berkomitmen pada tahun 2025 akan mengarungi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik secara absolut sebanyak 100 ribu ton dan mempercepat pengunaan plastik daur ulang.

Tak hanya itu, Unilever Juga membantu mengumpulkan (collect) dan memproses (process) lenih banyak kemasan plastik daripada yang dijualnya.

Untuk turut mewujudkan dunia yang bersih dari sampah plastik, Unilever Indonesia telah menerapkan berbagai strategi, mulai dari hulu ke hilir rantai bisnisnya. Dari hulu, perusahaan mengembangkan dan menerapkan desain produk dengan pendekatan mengurangi plastik (less plastic), plastik yang lebih baik (better plastic) dan tanpa plastik (no plastic).

Direktur PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Lilik Unggul Raharjo mengatakan SBI sebagai produsen semen menyambut baik kerja sama dengan Unilever Indonesia, sebagai pihak produsen pertama yang terlibat dalam kolaborasi ini.

“Dengan misi sejalan untuk melestarikan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang optimal dan terintegrasi, Unilever Indonesia akan terlibat dalam mendukung operasional proses crushing dan drying di fasilitas kami untuk turut memastikan bahwa kapasitas dan kualitasnya dapat terus ditingkatkan,” kata dia.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan proyek percontohan penambangan sampah untuk menjadi RDF di TPST Bantargebang dimulai sejak 2019.

“Sumber sampah yang digunakan berasal dari Zona IV yang berusia lebih dari 10 tahun,” kata Asep.

Asep menjelaskan, proses untuk mengubah sampah ini menjadi bahan bakar meliputi penggalian dan pengayakan pada fasilitas TPST Bantargebang, lalu dikirim ke lokasi pabrik PT SBI untuk dicacah (crushing) dan dikeringkan (drying) guna menghasilkan RDF yang berkualitas.

“Project ini diperkirakan akan menghasilkan RDF sekitar 1.000 ton per bulan. 80-90 persennya terdiri dari sampah plastik,” katanya.

***

  • Bagikan